23.

726 Words

Nara menatap horor wanita yang ada di depannya, sorotan mata sinis begitu terpancar di campur dengan aura-aura menegangkan. Elma dan Tria saling pandang, merasa heran dan merinding saat mereka merasakan atmosfer mengerikan antara Nara dan wanita cantik yang tak mereka kenal. "Jadi kau bekerja disini?" tanyanya dengan mata yang mengintai seluruh isi di toko bunga tersebut. "Ya," jawab Nara singkat. "Wow! aku tidak menyangka." "Apanya?" Nara merasa jengah melihat tingkah dan ucapan Natasha. "Ah tidak, hanya sedikit heran saja dengan Arfaan. aku kira dengan putusnya hubungan kami, dia akan mencari wanita yang jauh lebih...." Natasha tak melanjutkan ucapannya, dan Nara bisa tahu apa isi dari kelanjutan ucapan wanita itu hanya dengan matanya yang menatap Nara dari atas ke bawah. "Yang l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD