Kalian tidak akan pernah mengerti dengan perasaan ku! ******* "Nara!" Arfaan berhasil mengejar Nara dan memegang pergelangan tangannya kuat. "Lepas Arfaan!" "Tidak, aku tidak akan melepaskannya jika kamu masih bertingkah seperti ini." Tanpa banyak berkata lagi Arfaan menarik tubuh Nara, menyeretnya menuju mobil Arfaan yang terparkir di area parkiran cafe. "Masuk!" titah Arfaan. Nara menolak untuk masuk, dan Arfaan terpaksa memasukkan tubuh Nara ke dalam mobil. "Awwwh!" Nara merasakan pergelangan tangannya yang terasa perih akibat cengkraman tangan Arfaan. "Kau menyakiti ku!" omel Nara setelah Arfaan masuk ke dalam mobilnya. Arfaan memasang saefty belt Nara dan dirinya, tanpa menjawab protesan Nara, Arfaan melajukan mobilnya kencang. "Aaaa! Arfaan, pelan-pelan." teriak Nara ke

