15.

614 Words

"Aku merindukanmu." dua kata pengakuan yang meluncur mulus dari mulut Natasha. Arfaan tak bereaksi sedikit pun, tubuhnya terlalu kaku yang saat ini bertemu dengan Natasha. "Apa yang sedang kau lakukan disini Arfaan?" Natasha pun tak berhenti bertanya demi agar Arfaan mau bicara. "Perjalanan bisnis." jawab Arfaan singkat. "Kesini sendiri?" Arfaan mengangguk. Natasha terdiam, sikap Arfaan yang terkesan kaku dan dingin. membuat ia sedikit tak enak, mungkinkah pria masa lalunya ini masih marah padanya. "Kau sendiri, dalam rangka apa ke Bali? bukankah selama ini kau menetap di luar negeri?" tanya Arfaan balik. "Ah iya, kebetulan aku sedang pemotretan disini. rencananya aku akan menetap di Indonesia untuk sementara waktu." Arfaan mengangguk, dan keadaan kembali canggung. "Baiklah, nikma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD