Malam itu terasa sangat tenang, dengan kamar hangat dan selimut yang hangat membuat Nana sedikit kesulitan memejamkan mata. Selama ini Nana selalu memeluk boneka-boneka miliknya di kamar, tidur dengan mereka yang selalu disebutnya dengan panggilan ‘teman’ tapi sekarang, teman-temannya tidak ada di mana pun di kamar itu, karenanya, berapa kali pun Nana mencoba memejamkan mata, tidak pernah dia bisa jatuh ke dalam pelukan lelapnya tidur. Karena tak kunjung tidur, Nana pun bangun dan memutuskan untuk duduk sambil melihat sekeliling kamar barunya di rumah itu. Di sana memang tidak ada yang menarik dan kamar itu pun lebih terlihat seperti gudang kecil bawah tanah yang sengaja direnovasi untuk dijadikan kamar atau lebih tepatnya sebuah penjara yang khusus mengunci seseorang dalam kenyamanan tap

