Bab 36

2329 Words

Neo terbangun saat suara lonceng terdengar bergemerincing, saat suara angin terdengar berdesir dan hujan terasa sangat jauh. Kepala nya terasa sangat pusing, saat dia berusaha membuka mata pun, dia seperti kesulitan. Semua nya seperti tertahan oleh sesuatu, hingga tangan dan kaki nya pun sulit untuk dia gerakkan. “J—Jo?” panggil Neo dengan suara parau, saat sebuah siluet wanita tua yang dia kenal sedang berjalan mondar-mandir di tengah cahaya lilin yang redup. Meski Neo yakin kalau itu adalah Jo yang dia lihat, tapi Jo tidak menjawab apa pun saat nama nya di panggil oleh Neo. Bahkan yang Neo dengar, hanya dentingan kaca, bunyi wadah-wadah yang di angkat kemudian di taruh kembali  memenuhi indra pendengaran nya,  tapi wanita tua itu sama sekali tidak menjawab. “Jo? Kau kak itu?” sekali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD