42 | Cinta-2

1017 Words

"Bukan masalah." Vokal Januar parau, mulai berat, pun ada ludah yang dia telan susah. "Kamu, kan, sudah punya Nael." Hanin memalingkan lagi wajahnya, tak mau melihat bagaimana dadanya dipegang laki-laki itu. Januar menyadari gerak-gerik Hanin. Ditatapnya wajah sang istri, sembari Januar apit lagi dagunya untuk saling temu muka. Tidak ada yang Januar katakan, dia merunduk mengecup bibir rapat istrinya. Hanin benar-benar dibuat tidak habis pikir, dia bisa merasa Januar sungguh-sungguh jika begini. Karena tiap sentuh dan tatap, entah kenapa seperti dipandu rasa suka. Seolah Hanin telah menjadi sosok yang menggantikan posisi Syakila di hati lelaki itu. Ah .... Celana Hanin ditarik lepas. Dia lengah. Meski tahu arahnya akan segera ke bagian bawah sana. Malu? Tentu saja. Bagaimanapun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD