51 | Mencelus-1

702 Words

Hari itu bel pulang berbunyi lebih awal dan Nael tahu ini karena akan ada acara para papa diundang ke sekolahan. Miss—I mean bu guru—juga tadi bilang begitu. Oh, di luar sudah ramai saat akhirnya Nael dan teman-teman bubar. "Nael, tungguin!" Bocah bertas gendong kuning itu pun menoleh kepada sahabatnya. Reynan berlari kecil sambil menggenggam tali ransel yang sama kuningnya menuju Nael. Tas sekolah mereka sama, yang lain juga. Diseragamkan oleh pihak TK. "Yuk!" ucap Reynan. Di depan mereka, bu guru sudah mulai mengarahkan jalan menuju area playground di halaman belakang selagi menunggu acara kumpulan orang tua berakhir nanti. Kan, aslinya memang belum jam pulang. "Papi!" "Daddy!" "Mamaaa!" Well, itu suara anak-anak lain yang spontan keluar di detik mereka melihat eksistensi ora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD