52 | Apa Berhak?-2

1182 Words

Kali ini lutut Nael juga luka. Mata Hanin menjatuhkan airnya sewaktu menunduk menatap goresan di sana. Luka kecil, sih, memang. Tapi, kan ... Hanin tiup-tiup. Nael pegangi celana sekolahnya agar terangkat dan lutut terlihat. Kembali Hanin basuh dengan kain kasa yang dia basahi. Di-tap-tap pelan. Nael berjengit lagi. "Perih, Mama ...." Iya, pasti. Dan Nael merengek. Sudah, kok. Hanin sudahi. Dibuangnya ke tong sampah. Tinggal lanjut diobati sambil menunggu makanan datang saja. Tentu bukan lanjut di sini. Butuh tempat yang lebih nyaman. Hanin pun kembali menggendong anaknya. Tidak berat sekali pun Nael sudah besar, untuk ukuran anak yang dirinya gendong ini. Mungkin kalau si Berengsekk yang gendong, Nael akan terlihat kecil. Kalian tahu? Air mata Hanin jatuh hanya di saat-saat Nael

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD