Hanin melepas kausnya, juga celana. Hanya mengenakan bra dan celana dalam saja saat ini sebelum ganti dengan—oh, pintu kamar terbuka. Refleks Hanin menoleh, lalu menarik selimut dan didekap. Menutupi bagian depan tubuh. Hanin salah. Harusnya dia buka satu-satu, celana atau baju dulu, lalu langsung pakai gantinya. Bukan malah setengah telanjang dan santai-santai dulu hanya karena berpikir suaminya masih belum tiba. Sementara itu, Januar henti sejenak dalam pergerakannya. Ya, dia yang masuk. Ada Nael juga mengekor. Kok, Hanin tidak mendengar suara mereka? Biasanya Nael berisik kalau mendapati sang papa pulang kerja. Januar alih menatap putranya. "Nael tunggu di ruang tengah dulu, ya? Papa mau ganti baju." Nael belum paham betul-betul sekali pun dia melihat mamanya melilit selimut ke

