Kini Arman sudah ada di ujung tanduk. Lelaki itu sedikit tenang karena perusahaannya masih bisa terselamatkan walau dengan bantuan musuhnya sendiri. Namun bukan Arman namanya kalau dia tak punya rencana. Setelah penentuan Direktur utama nantinya, dia akan mengambil kesempatan untuk menghancurkan Rafi. Diam-diam dia akan meminta orang-orang kepercayaannya agar membuat Rafi lengser dari jabatan itu. "Pak. Ada kabar buruk lagi. Sekarang tersebar berita kalau Bapak pernah mengkhianati Govinda, menantu Wiraatmaja. Dan karena gosip itu, Rafindra ingin membatalkan pembelian saham." Kata Sekretarisnya. Arman lantas melempar gelas yang ada di hadapannya sampai gelas itu pecah berkeping-keping. Dia merasa di permainkan dengan takdir. Arman lalu memutar televisi dan semua siaran sedang memberitak

