Pak Purnomo lekas-lekas menelepon Rafi. Sesuatu yang ingin dia beritahu adalah sesuatu yang sangat penting. "Halo, nak Rafi. Bisa kita bertemu sekarang?" Ucap Pak Purnomo di seberang telepon. "Bisa, Pak. Bapak ada dimana sekarang? Biar saya yang datang." Kata Rafi. "Tidak perlu. Saya yang akan ke sana. Kita ketemuan di Cafe dekat kantor nak Rafi saja ya?" Ucap Pak Purnomo. "Baik, Pak." Jawab Rafi Rafi kemudian lekas-lekas menuju Cafe. Dia tahu ada sesuatu yang penting yang ingin di bicarakan oleh mertuanya. Pak Purnomo sudah bisa melihat Rafi yang ada di depannya. Rafi juga melambaikan tangannya untuk memberikan isyarat. Lelaki tua itu hendak menyeberang dan menemui Rafi. Namun belum selesai, tiba-tiba tubuhnya terpental dan dia bersimbah darah. Salah satu mobil menabraknya dan lang

