Sudah seminggu sejak menghilangnya Gadis. Keadaan Rafi menjadi kacau. Dia uring-uringan seperti anak kecil saja. Tidak nafsu makan dan bahkan menyerahkan urusan pekerjaan sepenuhnya pada Yoga. Karena ulah Rafi ini, Yoga sendiri yang menjadi repot. Dia harus selalu menggantikan dan menghandle semua pekerjaan Rafi. Setelah selesai bekerja, Yoga mengunjungi Rafi di rumahnya. Alangkah terkejutnya Yoga melihat keadaan Rafi yang sangat mengenaskan. Bahkan rambut lelaki itu terlihat sangat acak-acakan. "Bos, sampai kapan kamu akan jadi seperti ini? Sudah seperti orang gila saja." Kata Yoga menegur. "Sampai istriku di temukan." Kata Rafi menjawab dengan lemas. Tiba-tiba Bi Minah datang dan membawa dua cangkir teh. "Mas Yoga. Tehnya di minum." Ucap Bi Minah. Yoga hanya mengangguk lalu tersen

