*************** Sienna membuka matanya. Bola matanya terlihat bergerak-gerak sebelum ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Ah, ternyata hanya mimpi. Tapi entah kenapa mimpi kali ini terasa begitu nyata. Bahkan biasanya ia tidak pernah ingat apa mimpinya setelah membuka mata. Tapi kali ini ia ingat. Ia sedang menangis di mimpinya. Duduk di tanah beralaskan rerumputan yang hijau dan segar. Berdiri di hadapannya Malik yang tersenyum bahagia. Padahal jelas sekali Sienna bukan menangis bahagia, itu tangis kesedihan. Tangisan yang begitu memilukan . Entahlah, tapi Malik malah terlihat bahagia akan kesedihannya. Kemudian seorang anak laki-laki menghampirinya, duduk di pangkuannya ,memeluknya dengan erat . Anak laki-laki itu tidak menggunakan pakaian apa pun, hanya sebuah popok yang menut

