Love Me, Say It Again

1435 Words

*************** Udara di lorong apartemen mewah terasa dingin karena AC sentral, namun ada kehangatan yang memancar dari jendela-jendela besar di ujung lorong, membiarkan cahaya senja masuk. Sienna terdiam sejenak, membiarkan punggungnya bersandar ringan pada dinding lorong. Helaan napas hangat menyapu pundaknya. Nick, bocah bertubuh mungil itu, kini berada dalam gendongannya, kepalanya bersandar nyaman di cekungan leher Sienna. Aroma sampo anak-anak dari rambut Nick membelai indra penciumannya. Sebuah perasaan hangat dan asing menjalar di dalam hati Sienna, mengisi kekosongan yang tak pernah ia sadari ada. "Nick boleh cium Aunty, ya?" tanya Nick mendongak dengan mata bulat penuh harap, ketika Sienna tak kunjung menanggapi ungkapan sayangnya yang polos. Sienna tidak menjawab. Jari-jar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD