Bandung, Januari 2017 Sesampainya dirumah, aku langsung masuk kedalam kamarku dan membaringkan diriku di atas kasur. Aku menangis, namun tak bisa bersuara. Rasanya ada batu besar yang baru saja menimpa hatiku. Terasa benar-benar sesak. Aku tidak bisa menggambarkan apa yang aku rasakan saat ini. Benar benar menyakitkan, namun aku tak dapat berbuat apa apa. Bagaimana aku harus menjelaskan kepadanya? "Apa Bastian marah denganku?" Gumamku sambil mengusap air mataku. "Apa dia bakalan mikir aku cewe gampangan?" "Atau dia bakalan bilang cinta aku selama ini palsu?" "Arghhh. Aku harus gimana!!!!!" Sementara aku sibuk menerka nerka, aku tak sadar bahwa hp ku sudah tersambung ke wifi kamarku sejak aku masuk kamar tadi. Dan tentu saja, aku tidak sadar bahwa vidio di instatoryku itu langsung ter

