Sudah

1606 Words

Bandung, Desember 2016. Bastian dan perempuan itu terkejut melihat kedatanganku. Muka merahku, nafas engahku, keringatku, dan kotak obat di tanganku lebih membuat mereka terkejut karena tau apa maksud kedatanganku. Apalagi tubuhku yang tiba tiba berhenti bergerak dan hanya focus menatap ke arah mereka. Ke pemandangan dimana Bastian masih memegang tangan Hana dengan muka terkejutnya itu. Seketika seisi kelas itu menjadi hening, dan semua orang menatap ke arahku. “Eh,, kayanya udah ada yang obatin kamu. Tanggung juga kalau berhenti. Lanjut aja lanjut.” Mataku mulai memerah saat itu. Bastian melepaskan tangannya dari tangan Hana dan menatapku. “Ra, kamu..” Belum sempat Bastian melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba Siti datang dengan nafas terengah-engah. Mungkin karena dia berlari mengejarku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD