Dua hari setelah Ayah kembali dari rumah sakit, rumah itu terasa seperti pusat ziarah. Ayah masih sangat lemah, tetapi kehadiran beliau memberikan ketenangan bagi Ibu dan Dara. Sore itu, Fatih dan Ayunda datang berkunjung. Ayunda membawa sekantong besar buah-buahan dan kue, sementara Fatih membawa senyumnya yang tenang. Mereka disambut oleh Dara dan Ibu, yang kini terlihat jauh lebih lega. Ibu langsung mengajak Ayunda ke dapur untuk membantu membuat teh, memberikan ruang bagi Fatih untuk berbicara dengan Dara. "Bagaimana perasaanmu, Ra?" tanya Fatih, menatap Dara yang tampak lelah namun bahagia. "Lelah, Tih. Tapi lega. Ayah kembali ke rumah. Itu yang terpenting," jawab Dara. Fatih mengangguk. "Aku tahu. Aku dengar dari Adnan, kamu memenangkan persidangan di momen yang paling buruk. Ka

