'Jika orangtuamu telah menyetujuinya berarti kau setuju untuk menerimaku.' * * * Acara makan siang telah usai, dilanjutkan dengan shalat dzuhur berjamaah yang diimami oleh Gus Faris. Usai shalat, mereka semua duduk bersantai diruang keluarga dengan Ica yang dilanda kebingungan dan keingintahuan yang tinggi. Ica duduk disamping Eza yang tengah mengobrol ria dengan Gus Faris, layaknya mereka sudah akrab. Sedangkan Bundanya sibuk mengobrol dengan Inayah yang tengah menggendong Rahmi dan Nenek-Neneknya beserta Nyai Ziah, Ayahnya yang mengobrol dengan Kakek-Kakeknya dan Kyai Malik. Ica menyenggol bahu Eza agak kasar agar adiknya itu mau menoleh. "Ish apa sih Kak?" "Lo kok kayaknya akrab gitu sama Pak Ustadz gue?" Heran Ica. "Iya dong, kan sebentar lagi Kak Faris akan jadi bagian dari kelua

