“Muka lo tu selalu murung gitu ya? Bisa enggak sih lo senyum atau gimana gitu?” “Aku mesti pulang.” Najma yang hendak bangun segera di tahan Erwin. “Di luar ujan gede dan lo mau pulang? Gila ya lo.” Erwin mendorong kursi yang sekarang Najma tempati agar bisa lebih dekat dengan komputer di depannya. “Mending sekarang lo mainin ni komputer, gue yang teraktir deh.” Bukannya menanggapi ucapan Erwin, Najma malah melirik ke arah pintu. Hujan tampak semakin deras dan tidak ada kesempatan untuk Najma pulang. Najma mendesah lelah. Suara jemari yang menekan keyboard dengan cepat di sampingnya membuat Najma melirik ke arah Erwin. Dia tampak terlihat sangat menikmati sekali waktunya bermain game. Sudah lama sekali bukan dia tidak bermain game? Najma dengan ragu menggenggam mouse ko

