Bab 59

1653 Words

Semakin mendekati rumahnya, perasaan Najma semakin kelut. Pelukannya pada Wira semakin mengerat, dia bahkan sampai meremas dengan kuat baju kekasihnya itu.   Begitu Wira melewati jalan yang sedikit sepi, dia memelankan laju motornya. “Kamu takut?” tanyanya khawatir pada Najma.   “Takut buat apa?” balas Najma.   “Kamu takut pulang ke rumah.” Ada nada geli di ucapan Wira.   “Enggaklah, yakali aku takut pulang ke rumah,” sanggah Najma.   “Kamu tahu enggak?” ucap Wira.   “Apa?”   “Hantu bakalan takut kalau lihat kamu yang natap tajam gitu. Serem banget tahu.” Setelah mengatakan itu Wira tertawa senang.   Najma mendengus kesal, dia tahu jika Wira sengaja mengejeknya seperti ini agar perasaannya bisa lebih baik, tapi tetap saja Najma merasa takut. Sepertinya nasib buruk akan dat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD