Bab 22

1735 Words

“Najma, mau beli apa?” tanya Sari. Ini masih sangat pagi dan Najma sudah datang untuk berbelanja.   “Mau beli masker Tante, ada?”   “Ada, mau beli berapa?”   “Beli dua aja Tante.”   “Tunggu sebentar ya.”   Selagi menunggu maskernya datang, Najma mencoba melihat ke sekelilingnya. Dari pintu yang terbuka Najma bisa melihat ayah Ibrahim tampak sibuk dengan kegiatan paginya. Ayah Ibrahim adalah seorang guru di smp dan Najma yakin jika dia sekolah  di sini, dia pasti akan diajar oleh ayah Ibrahim.   “Bu, sabuk Ayah di mana?” Ayah Ibrahim, Jamal, tiba-tiba berada di ambang pintu pemisah toko dengan bagian dalam rumah.   Sari yang tengah mengambil masker berucap, “Di tempat biasa.”   “Tidak ada Bu, Ayah tadi sudah cari di sana.”   Mata Najma yang menatap lekat Jamal membuat Ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD