Perjalanan kami menuju rumah Mbah Kim lumayan jauh, kami melewati jalanan sempit dan Lika-liku, banyak pepohonan di samping kanan kiri,sangat terpencil di perkampungan.
Tak lama kemudian,setelah kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota, tibalah kita dirumah Mbah Kim.
Rumah yang super mewah,bangunan klasik bergaya Eropa ada di daerah terpencil seperti ini?? batinku dalam hati.
Memang Mbah Kim sepertinya bukan orang sembarangan, dilihat dari bangunan rumahnya saja tak ada satupun warga kampung yang menyainginya, bahkan hampir rata-rata rumah dipingir kanan- kiri Mbah Kim sangat memprihatinkan.
Ayo..ajak Mbah Kim membuyarkan lamunanku.
sayang...sayang....istri-istriku...
kemarilah Abang Kim datang...
tak lama kemudian seorang wanita cantik muda membukakan pintu.
Abang Kim Soo Hyun ku, jawab wanita tersebut dengan manjanya sambil menempelkan tangannya dilengan Mbah Kim.
Gun, kenalkan ini istri ketiga ku, namanya yugemi, panggilannya Jang geum, dia sangat menyukai serial "Jewel in the palace" itu loh Lee young ae (Jang geum)artis korea yang sangat cantik,mirip istri saya loh, jago masak dan pinter banget buat ramuan-ramuan, sehingga badanku tetap segar dan tentunya tetap kuat dong, hehehehe cengir Mbah Kim, dan terlihatlah gigi ompong tengah dan gigi emas di samping kanan dan kiri, sungguh menggelikan, bagaimana bisa wanita cantik ini bisa tidur sekamar dengan pria tua seperti ini, membayangkan saja aku sudah mau muntah...
aduh....!!?! lagi-lagi kepalaku di timpuk oleh Mbah Kim, gara- gara aku menjelekkan nya dalam hati. bagaimana bisa Mbah Kim tau apa yang aku pikirkan.
aku tau apa yang kamu pikirkan!!! ujar Mbah Kim.
"maaf Mbah saya lancang,sambil cengar-cengir.
tak lama kemudian datanglah 3 sosok wanita cantik, yang satunya terlihat tua walaupun bekas cantiknya takkan memudar, pasti ini istri pertamanya Mbah Kim.
Gun, ini istri pertama ku namanya sakiyem Wonoso, panggilannya Kim ji soo, Taukan kamu, ituloh personel Blackpink yang terkenal cantiknya, nah istriku fans beratnya, coba sayang gimana nyanyinya lagu du...du....du...
lalu dengan gerakan lincahnya wanita paruh baya tersebut lenggak-lenggok seperti Kim ji Soo sungguhan, sungguh aku tertawa ngakak dibuatnya.
dan ini istri ke empat ku namanya Monalisa, dipanggil Lisa blackpink, dia berasal dari Australia. Gunawan kali ini sangat terpana melihat sosok bule cantik, bagai bidadari. sorot mata birunya yang tajam, kulit putih mulus, hidung mancung, rambut pirang yang tergerai menambah pesona sang bidadari. Gunawan tak berkedip ketika melihat Lisa, rupanya yang sangat cantik membuat dirinya terpaku, dan tak terasa benda pusaka yang ada didalam ikut bergerak tak karuan dibuatnya.
andai aku bisa b******u dengannya, ( batin Gunawan).
pletok.... aduh !!! teriak gunawan kesakitan karena ranting kayu mendarat tepat di kepalanya.
awas kamu macam-macam sama istri buleku, tak cincang koe, ancam Mbah Kim, sambil melotot.
seketika itu, Gunawan langsung menundukkan kepalanya, menjaga pandangannya dari wanita bule yang sangat cantik itu.
dan ini istriku yang ke dua, namanya Saritem, dia merupakan kembang desa disini loh. panggil aja dia sarang Hae.
hah?!? Gunawan tertawa terpingkal-pingkal. bukanya sarang hae itu artinya "aku cinta kamu". kok jadi nama?? masih tertawa, Gunawan tak habis pikir keluarga ini betul-betul aneh. sangking penggemar korea, semuanya dijadikan nama.
Ben toh gun, Ben bojoku seneng ( biarkanlah gun, biar istriku senang).
"Gun, kamu belum makan toh? tanya Mbah Kim."
Gunawan hanya menggeleng kepalanya tanda dia memang belum makan, semenjak menghadiri pesta pernikahan mantannya, Gunawan kehilangan selera makannya.
ayo!!! ajak Mbah Kim, lalu mereka menuju ke meja makan, sungguh meja makan Yang sangat besar, bisa muat se RT ini mah mejanya doang,"gumam Gunawan".
Terlihat begitu banyak pelayan yang sibuk menyiapkan makanan untuk majikannya.
Semuanya tertata rapi, piring gelas makanan semuanya ada, lengkap.
Dari makanan pembuka, hidangan utama hingga makanan penutup, sungguh luar biasa jamuan makan malam ini.
mereka begitu antusias saling bercerita, sehingga waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
ya sudah kamu tidur aja dulu, istirahat sana. besok kita bahas lagi ok. kata Mbah Kim.
Baiklah Mbah, terimakasih atas semuanya, Gunawan sungkem tangan Mbah Kim, lalu pergi menuju kamarnya yang tak jauh dari ruang makan.
Gunawan membuka pintu kamarnya, betapa terkejutnya dia melihat isi kamarnya yang sangat mewah seperti kamar seorang sultan, lemari dan kursi-kursi ukiran kayu jati, spring bed yang luas dan besar, ada AC, televisi besar 43 inchi,kulkas kecil lengkap dengan makanan dan minumannya, kamar mandi,dan yang paling menarik bagi Gunawan adalah hiasan dinding, terdapat banyak sekali lukisan mistis. salah satunya lukisan bergambar seorang Dewi cantik, setengah ular.
sedang asyik memperhatikan lukisan Dewi cantik, tiba-tiba bulu kuduknya merinding, dan terkejut ketika lukisan tersebut seakan memandangnya dan mengedipkan matanya.
"astaghfirullah", ucapnya. seakan tak percaya diapun kembali mengucek-ucek matanya. lukisan itu pun kembali seperti semula.
"ah...mungkin perasaan ku aja, sebaiknya aku istirahat. aku sudah lelah sehingga berpikiran aneh-aneh.ujarnya dalam hati.
akhirnya Gunawan memutuskan untuk segera tidur, dan memejamkan matanya.