Bab 43. Rumah Baru

1377 Words

"Nana?" ulang Andrea. Sepasang alisnya berkerut, secepat ini Reina sudah mendapatkan teman? Padahal, mereka masih berada di restoran. Apakah tadi Reina bertemu dengan pengunjung lain yang memiliki anak seusia dengannya, lalu memberikan gelang tersebut sebagai hadiah? Itu yang berada di pikiran Andrea yang selalu berpikiran positif. Menurutnya, Nana adalah nama seorang anak seusia Reina, bukan sebuah panggilan untuk nenek. Reina mengangukkan kepala. Andrea tersenyum, menggenggam tangan Reina. "Udah bilang makasih sama Nana?" tanyanya sambil mendudukkan Reina di jok penumpang. Dia kemudian duduk di sampingnya dan menutup pintu. "Udah!" Anggukan kepala Reina bersamaan mobil yang kembali melaju membelah jalanan ibu kota yang sudah mulai padat. Andrea mengacak gemas rambut putri sema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD