EIGHT

537 Words

Gila! Shayla yang dulunya membenci Max Jasper, kemudian menyerahkan dirinya begitu saja pada lelaki penuh pesona seperti Max. Shayla benar-benar tidak bisa menolak pesona Max. Apalagi ketika tangan lelaki itu dengan perlahan membuka satu persatu kancing baju-nya, dan kemudian Shayla mendengar dirinya terengah ketika telapak tangan Max yang besar menyentuh kulitnya dan Shayla yang mendesah ketika telapak tangan itu meremas d**a-nya yang masih terbalut bra. "Max," Shayla terengah, menelusupkan jari-jari lentiknya di rambut kepala Max yang lebat. Seolah tidak ingin Shayla banyak bicara, Max kembali membungkam Shayla dengan ciumannya. Max tersenyum dalam ciumannya ketika Shayla mengerang dan meremas rambutnya lebih kuat lagi ketika Max berhasil membuka kaitan bra milik Shayla dan akhirnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD