Alika menghela nafasnya dengan pelan lalu menutup kembali dompet tersebut, jika saja malam itu sang suami tidak mengigau wanita lain mungkin ia akan mengantarkan dompet itu dan bermanja-manja pada pria itu namun ia terlanjut kecewa dengan sang suami. Bukan namanya yang diigaukan oleh pria itu ketika sakit namun panggilan khusus untuk wanita lain yang entah siapa. Alika kembali berjalan memasuki kamar lalu meletakkan dompet tersebut di atas meja rias nya setelah itu ia berjalan menuju lemari di kamar tersebut dan mengambil sebuah dress berwarna navy yang begitu cantik di matanya. Alika bergegas mengganti pakaiannya dengan dress tersebut lalu memoles wajahnya dengan sapuan make up yang begitu tipis. Setelah menatap tampilan wajah dan dress yang ia kenakan di depan cermin akhirnya ia siap u

