Wasiat

1831 Words

Hana membuka pintu apartement mereka dengan Erkan yang berjalan di belakangnya sambil menelepon Nita yang sepertinya soal urusan pekerjaan. Baru saja Hana melangkahkan kaki memasuki ruangan tersebut dan menyalakan lampu, Erkan langsung memeluknya dengan lembut dari belakang. Menciumi lekuk lehernya dan cukup lama berdiam disana. " I miss you baby" bisiknya. Hana lalu memutar tubuhnya dan Erkan langsung kembali memeluknya dengan erat. " Istriku sayang. Jangan sedih-sedih lagi ya. Aku nggak suka kamu sedih" Hana mengangguk dan membalas pelukan Erkan dan menghirup aroma khas dari tubuh dan parfum mahal suaminya. Aroma yang beberapa hari ini seolah hilang dari ingatannya. " Maafin aku. Aku hanya..." " Janji ya, kami harus membagi apapun sama aku. Jangan mikir sendiri. Jangan curang" Ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD