Istri

1921 Words

Sudah sekitar 10 menit Hana dan Erkan berkendara menuju apartement milik Erkan namun mereka masih saja terdiam tidak saling berbicara. Erkan lalu menoleh kepada Hana yang sejak tadi hanya menatap jalanan yang ada di sampingnya dengan bertopang dagu sambil bersandar di sisi pintu. " Hana..." panggilnya dengan lembut. " Hah?! Kenapa?" ucap Hana yang nampak terkejut dari lamunannya yang membayangkan bagaimana tadi Erkan memperlakukannya. " Mikirin apa?" Hana lalu membenarkan posisi duduknya dan nampak gelagapan menjawab pertanyaan Erkan padanya. " Ng... Mikirin eyang" dustanya dengan wajah yang sedikit menunduk. Erkan lalu menoleh dan kemudian menyelipkan rambut yang jatuh menutupi wajah Hana dan mengaitkannya pada daun telinga Hana. " Eyang baik-baik aja. Kalau kamu kangen kita bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD