Arsa tampak terlihat tersenyum bahagia, dirinya tidak bisa membayangkan akan keseruan keluarga kecil yang selama ini dia impikan. Kedua orang tuanya yang melihat senyum bahagia sang putra itu pun ikut juga tersenyum. Selama ini lelaki tampan berkacamata itu jarang sekali terlihat tersenyum, Apalagi senyum lebar seperti sekarang ini, Sepasang suami istri paruh baya itu merasa jika pilihannya dulu untuk menjodohkan putranya tanpa harus Arsa dan wanita berhati tulus itu sadari tidaklah salah. Nyatanya hanya wanita yang mereka inginkan untuk menjadi menantunya itu yang mampu membuat hidup sang putra lebih berwarna. “Terima kasih, Sayang. Kamu sudah mampu bertahan,” ucap Arsa pada dirinya sendiri sambil terus membayangkan wajah cantik yang selalu dia rindukan. “Nak, tadi kamu bertemu dengan

