Saat ini Alka benar-benar sedang berada di titik terendahnya. Gadis malang itu merasa kasihan pada dirinya sendiri. Ia tidak menyangka jika sahabat yang dia percaya selama ini, tega mengkhianatinya dengan kejam. Gadis itu marah pada Gaby dan Rafa yang telah tega menusuknya dari belakang. Dia bertekad harus bisa membalas perbuatan mereka dengan telak suatu hari nanti.
Menurut gadis itu, pengkhianat seperti Rafa tidak pantas mendapatkan cinta tulusnya. Pria itu tidak pantas untuk bersanding dengan dirinya. Ia akan membuat Rafa dan Gaby membayar semuanya.
‘Mereka bener-bener membodohiku dengan sangat sempurna selama ini. Kita lihat aja nanti, aku akan membuat kalian menyesali semuanya!’ batin Alka.
Di sudut hatinya, gadis itu merasa menyesal karena telah menerima lamaran pria tersebut. Namun, di sisi lain hatinya juga merasa bersyukur, karena Tuhan telah membuka topeng keduanya secara bersamaan.
“Apa mungkin Mas Abi sudah mengerti kelakuan Rafa? Mungkinkah Mas Abi tidak memberitahuku karena mengkhawatirkan aku?" Alka bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Mungkin inikah jawaban dari keraguan kakaknya selama ini. Gadis itu berharap jika suatu saat nanti kakak laki-lakinya bersedia memberikan alasan sulitnya memberikan restu untuknya menikah dengan Rafa. Tapi yang dia tahu, kakaknya menginginkan dia bahagia.
Untuk kedua kalinya, Surya mendampingi Alka dalam keadaan menyedihkan. Lagi-lagi, tantenya terluka karena cinta. Namun, kali ini ditambah dengan pengkhianatan sang sahabat membuat wanita itu merasakan kekecewaan yang luar biasa.
Surya menganggap Alka sebagai tantenya sekaligus juga adiknya, karena usianya yang lima tahun lebih tua dari wanita itu. Dia yang anak sulung, merasa sangat senang ketika Alka tinggal bersama keluarganya. Lelaki itu merasa seperti mendapatkan dua adik perempuan secara bersamaan. Meskipun secara silsilah dalam keluarga Handoko dia adalah keponakannya, cara berpikir Surya sangatlah dewasa dan wawasannya pun juga luas.
“Jangan pernah mendatangi Rafa! Itu akan menimbulkan masalah baru, karena dia tidak pantas untuk mendapatkan itu semua.” pinta Alka bernada tegas.
Wanita itu dengan tegas melarang keponakannya untuk mendatangi Rafa. Sebagai keponakan yang selalu menjaga tantenya, tentu Surya tidak terima dengan perlakuan Rafa pada sang tante. Pria itu merasa, jika Rafa telah menginjak-injak kehormatan keluarga Handoko.
“Tapi, Tan … dia sudah berselingkuh dengan sahabat Tante sendiri. Mereka berdua benar-benar tidak menghargai Tante sama sekali.” ucap Surya dengan kesal.
Pria itu tampak sudah tidak sabar ingin memberi pelajaran pada pria b******k yang telah menyakiti hati tantenya. Menurutnya, sudah cukup tante cantiknya terluka karena cinta. Kali ini dirinya harus bertindak agar pria itu tahu siapa Surya Pratama Handoko.
“Justru itu, kita akan membalas mereka dengan telak.” ucap Alka dengan tatapan tajam lurus ke depan.
Surya merasa bersyukur mendengar perkataan yang baru saja keluar dari mulut tantenya. Dulu ketika wanita itu terpuruk untuk pertama kalinya, kondisinya lebih buruk dari ini. Bahkan, lelaki itu sampai tidak tega untuk meninggalkan tantenya sendirian. Dengan keadaan yang terlihat menyedihkan seperti itu, dirinya harus terus memantau keadaan tantenya.
Saat ini Alka harus bisa berpikir dengan tenang, agar rencananya bisa berjalan sesuai dengan yang diinginkannya. Gadis itu berniat meneruskan pendidikannya di luar negeri. Pertama, ia harus meminta bantuan pada keponakannya untuk menemaninya bicara pada Abi.
“Kenapa harus di London, Tan? Di sini juga banyak Universitas yang bagus.” ucap Surya tampak terlihat kesal.
Kali ini pria itu tidak setuju dengan rencana tantenya. Ia pun terus berusaha membujuk wanita itu agar tidak pergi jauh dari keluarganya. Jika ingin membalas dendam kenapa harus melanjutkan pendidikan di negeri orang. Siapa nanti yang akan menjaga tantenya?
"Tante juga butuh waktu untuk menyembuhkan semua luka ini, Sur,” jawab Alka mencoba memberi penjelasan pada keponakannya.
Kali ini Alka sudah benar-benar yakin dengan keputusannya. Gadis itu harus pergi menjauh untuk sementara. Bahkan, bujukan yang keluar dari keponakannya tidak mampu menggoyahkan hatinya untuk mengurungkan niatnya.
“Surya janji sama Tante, akan bantu untuk menyembuhkan semua luka itu. Surya akan carikan kesibukan buat Tante, bagaimana?” ucap Surya.
Tampak keponakannya tidak patah arang. Pria itu terus membujuk tantenya agar tetap berkumpul bersama dengan keluarganya. Sebenarnya dia tidak tega jika harus membiarkan tantenya berjauhan seorang diri.
“Tidak bisa, Tante harus menjauh! Tante nggak mau nantinya di saat hati Tante belum membaik, malah bertemu dengan orang-orang yang ada hubungannya sama mereka. Tante nggak mau berada dalam pusaran ini terus. Tante harus bangkit meraih kesuksesan, jadi tolong kamu bantu Tante ya, please …,” ucap Alka disertai tatapan puppy eyes-nya.
Tampak Alka berbicara dengan nada tegas. Pada akhirnya malah gadis itu yang terlihat sedang membujuk keponakannya agar bersedia untuk membantunya.
Akhirnya dengan terpaksa, Surya menyetujui dan mendukung keputusan terberat tantenya. Pria itu juga berjanji akan sering datang untuk mengunjungi wanita itu.
Saat ini Alka dan Surya sudah duduk di hadapan Abi dan Bunga, mereka berdua hendak menyampaikan keinginan gadis cantik tersebut. Abi melihat Alka dan Surya tampak sedang ragu-ragu untuk berbicara dengannya. Pria paruh baya itu sudah bisa menebak, jika ada sesuatu yang akan disampaikan oleh mereka berdua.
“Tante ingin melanjutkan study-nya di London, Pa. Katanya sudah waktunya Tante harus melanjutkannya demi meraih cita-citanya,” ucap Surya pada akhirnya.
Pria itu tampak sudah tidak sabar menunggu tantenya untuk membuka mulutnya. Dengan terpaksa akhirnya dia yang menyampaikan keinginan tantenya yang masih saja terlihat bungkam.
“Bagus, tapi kenapa harus di London? Kenapa nggak di sini saja? Supaya dekat dengan keluarga, di sini juga banyak Universitas yang bagus?” tanya Abi dengan bertubi-tubi.
Sebagai seorang kakak, tentu dirinya merasa senang mendengar adiknya ingin melanjutkan pendidikannya kembali. Akan tetapi, ia juga merasa keberatan jika harus berjauhan dengan adik semata wayangnya tersebut.
“Karena di Eropa merupakan salah satu pusat perkembangan fashion, Pa.” ucap Surya mencoba menjelaskan.
Pria tampan itu benar-benar merasa tidak sabar melihat tantenya yang masih saja terlihat bungkam. Bahkan, wanita cantik itu tampak sedang menundukkan kepalanya.
“Kenapa kamu yang menjawab pertanyaan Papa? Apa Tante kamu sedang sakit gigi?” ucap Abi dengan tegas sambil memberikan tatapan tajamnya pada putra sulungnya.
“Maaf, Mas. Alka nggak sakit gigi. Benar yang dikatakan Surya, di sana merupakan salah satu pusat perkembangan mode dunia. Jadi Alka bisa sekalian mengembangkan kemampuan design yang Alka pelajari.” ucap Alka pada akhirnya.
Gadis cantik itu menjelaskan dengan panjang lebar kepada kakaknya. Dia harus bisa meyakinkan kakak laki-lakinya agar mendapatkan ijin.
Abi tampak sedang berpikir. Bunga terlihat mengelus lengan Abi seraya menganggukkan kepala ketika suaminya itu melihat ke arahnya seperti meminta pendapatnya. Detik kemudian Abi terlihat menghembuskan napas panjang sebelum memberikan ijinnya. Meskipun merasa berat pria itu terpaksa memberikan ijin demi masa depan adik yang dia sayangi.
Setelah mendapatkan ijin dari Abi, seketika Alka dan Surya tersenyum lega. Bahkan, keduanya terlihat langsung berpelukan, sedangkan Mentari hanya melihat dengan tatapan sedih dan hati yang berkecamuk. Sebenarnya gadis ceria itu tidak rela jika tantenya harus pergi jauh. Tapi dirinya tidak mungkin akan menghalangi tantenya untuk meraih masa depannya.
***
Setelah mengurus semua dokumen yang diperlukan, kemudian Alka menyiapkan barang yang akan ia bawa. Tampak ada dua koper besar, dua koper kecil, dan satu travel bag. Dengan dibantu oleh kakak iparnya, mereka melipat baju yang akan dimasukan ke dalam koper.
Tanpa sadar air mata wanita paruh baya itu pun luruh. Ia sedih dengan keputusan adik iparnya yang harus melanjutkan study-nya ke negeri orang. Tapi ia tidak bisa melarang kepergian adik iparnya tersebut. Semua ia tahan demi masa depan adik ipar yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya sendiri. Di dalam hatinya dia berharap agar Alka bisa meraih cita-citanya. Sebagai seorang kakak sekaligus ibu, dia akan selalu mendukung sepenuhnya jika itu menyangkut kebaikan adiknya.
Alka melihat kakak iparnya tampak berusaha sedang menahan isakanya. Kemudian gadis cantik itu berjalan mendekat untuk memeluk kakak ipar yang sudah seperti ibu kandungnya sendiri.
“Kalau, Mbak sedih, Alka jadi berat untuk berangkat, hiks ... hiks …,” ucap Alka sambil terisak.
Sebenarnya gadis itu juga merasa sedih, tapi dengan sekuat tenaga dirinya menahan agar air matanya jangan sampai luruh. Dia dapat merasakan tubuh kakak iparnya semakin terguncang. Wanita itu sudah tidak kuat menahan isakannya bersamaan dengan air mata yang semakin deras mengalir di wajah cantiknya.
“Mbak hanya sulit untuk berpisah dengan kamu, Al. Selama ini kita selalu bersama, dan sekarang kamu harus pergi jauh dan pastinya lama. Nanti siapa yang akan menemani Mbak belanja dan joging pagi, rumah pastinya akan terasa sepi tanpa kamu, hiks ... hiks ...,” ucap Bunga.
Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu berusaha untuk mencairkan suasana sedih yang tercipta dengan sendirinya. Ia tidak ingin nanti di saat adiknya ada di negeri orang akan kepikiran dengan keluarganya yang sedih ketika harus melepas kepergian wanita itu untuk meraih masa depannya.
“Jadi, Mbak, sedih hanya karena nggak ada teman belanja dan joging? Huaaa ... huaaa ...,” tangisan Alka terdengar semakin kencang.
Abi dan Surya yang sedang fokus bermain catur di ruang tengah terlihat kaget saat mendengar suara kencang tangisan seorang wanita dari lantai atas. Mereka berdua mengira jika ada sesuatu yang serius sedang terjadi. Selanjutnya, mereka berdua bergegas lari menuju kamar Alka yang berada di lantai dua untuk memeriksa keadaan.
“Ada apa!” teriak ayah dan anak itu secara bersamaan setelah pintu terbuka dengan kasar.
Mendengar suara teriakan laki-laki yang mengejutkan, seketika tiga orang perempuan yang berbeda usia itu pun menghentikan tangisannya. Namun, lelehan air mata masih terlihat di pipi ketiganya.
Setelah melihat ekspresi ketiga perempuan yang terlihat saling berpelukan di hadapannya, tanpa mendapatkan jawaban pun, ayah dan anak itu sudah mengerti tentang apa yang terjadi. Tanpa aba-aba, mereka berdua melangkah mundur sambil menutup pintu kamar dengan perlahan. Dan kemudian mereka kembali turun ke ruang tengah untuk melanjutkan permainan catur yang sempat tertunda.
***
Hari pun berganti, dan tibalah hari keberangkatan Alka. Saat ini keluarga Handoko sudah tampak berada di Bandara. Mereka terlihat duduk di ruang tunggu sambil berbincang ringan. Surya tampak terlihat terus memeluk pundak tantenya seakan enggan untuk melepaskannya. Sebenarnya sampai detik ini, dirinya masih terasa berat untuk melepas kepergian tante cantiknya. Di sisi yang lainya, tampak Mentari terlihat menempel terus sejak dari kemarin. Bahkan, gadis itu minta tidur bersama dengan tantenya.
Beberapa saat kemudian, terdengar pemberitahuan dari operator mengenai jadwal keberangkatan pesawat yang akan membawa Alka terbang ke London. Kini tiba saatnya gadis cantik bermata hazel itu untuk berpamitan pada keluarganya. Dirinya akan pergi dan entah berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk menyembuhkan semua lukanya.
“Jaga kesehatan dan jangan sampai telat makan, ya!” pinta Bunga sambil menyelipkan rambut adik iparnya ke belakang telinga.
Meskipun terasa berat, sebagai seorang kakak yang sekaligus juga seorang ibu, dirinya tetap harus memberikan dukungan. Semua harus dia tahan demi masa depan dan cita-cita adik iparnya.
“Mbak juga ya, jangan sering makan yang manis-manis,” jawab Alka dengan mata yang sudah terlihat berembun sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang kakak iparnya.
Gadis itu sebenarnya juga terasa berat harus berpisah dengan keluarga yang sangat dia sayangi. Namun, demi cita-cita dan mimpinya, dirinya harus rela berpisah dengan keluarganya.
“Kalau ada apa-apa langsung telepon, jangan dipendam sendiri,” Abi pun menimpali sambil memeluk adiknya setelah Alka melepaskan kedua tangannya dari pinggang Bunga.
“Iya. Mas juga jangan sering begadang, kerjaan nggak akan ada habisnya,” jawab Alka sambil membalas pelukan kakak laki-lakinya.
Kakak satu-satunya sekaligus pengganti papanya yang telah lama meninggal dalam kecelakaan tragis. Kakak yang selalu ingin melihat dirinya bahagia.
“Surya akan sempatin untuk nengokin Tante,” ucap Surya dengan mata yang terlihat berkaca-kaca ketika memeluk tubuh ramping tante cantiknya.
Pria itu berusaha menghirup dalam-dalam aroma dari rambut hitam gadis cantik itu. Surya akan menyimpan dalam ingatannya semua hal tentang tantenya.
Setelah berpamitan, Alka bergegas berjalan masuk ke dalam pesawat. Lebih dari tiga belas jam akhirya Alka sampai di Bandara Heathrow London. Setelah masuk ke dalam mobil yang menjemputnya, ia pun segera diantarkan menuju ke apartemen yang terletak di tengah kota London.
Selama di London, Alka akan tinggal di apartemen milik keluarganya. Ia pun sudah disiapkan seorang sopir yang akan mengantarkannya ke mana pun. Untuk kebersihan apartemen, sudah ada seorang maid yang akan datang setiap pagi dan pulang jam empat sore.
Abi benar-benar sudah menyiapkan segalanya dengan sangat baik. Bahkan, tanpa Alka ketahui, jika sang sopir juga bertugas sebagai pengawalnya. Abi tetap harus menjaga dan memantau adiknya meskipun dari jarak yang jauh.