Arsa sangat terkejut dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui dari sahabat baik tunangannya itu. Dia sungguh malu dengan wanita cantik yang saat ini katanya sedang tertidur. Jika ada yang lebih dari kata-kata ‘Pria b******k’ mungkin dirinya akan menempati posisi yang paling atas. Sungguh dia merasa ingin menenggelamkan dirinya ke dalam laut lepas. “Maafkan Mas, sungguh Mas benar-benar minta maaf,” ucap Arsa dalam hati, ia tampak terlihat mengepalkan tangannya kembali sambil matanya sudah memerah dan berkaca-kaca. “Alka hanya memiliki saya sebagai sandaran untuk berkeluh kesahnya. Maka dari itu, jika di kantor kenapa saya selalu bersamanya. Karena yaitu tadi, untuk menghindari para sahabat Anda yang tidak tahu malu. Mereka dengan terang-terangan menunjukkan ketertarikannya walaupun sud

