Tak terasa sudah hampir dua bulan Alka tinggal di rumah pribadi Bima, dan wanita cantik itu saat ini sedang membantu mbok Yati memasak di dapur. Dirinya merasa sangat berhutang budi pada Bima yang sudah bersedia menolong dan menampungnya. Dia merasa senang karena ternyata mbok Yati adalah orang yang baik, Bima selalu menanyakan keadaannya melalui telepon rumah jika pria tampan itu sedang tidak datang ke rumah. Pria tampan ang baik hati itu selalu mengingatkan Alka agar jangan sekali-kali menghidupkan ponselnya agar keberadaannya tidak dapat terlacak oleh anak buah sepupunya. “Mbok, ini bumbunya ditumis dulu ya?” tanya Alka. “Iya, Neng. Tapi biar Mbok aja ya, nanti Neng kena cipratan minyak panasnya,” jawab si mbok dengan lembut. Sosok si mbok yang keibuan membuat Alka merasa nyaman bera

