Setelah selesai membersihkan dirinya, Bima segera kembali keluar kamar untuk menemui maidnya. Dan saat lelaki tampan bertubuh atletis itu memasuki dapurnya, dirinya melihat mbok Yati tampak sedang memotong sayuran. “Mbok, mau masak apa?” tanya Bima setelah berada di dekat maidnya itu. “Eh … Aden, Mbok mau masak sop kesukaan Den Bima,” jawabnya dengan ramah. Setelah mendapatkan jawaban dari maidnya, Bima langsung mengacungkan jempolnya dengan cengiran khasnya. “Mbok, selama teman saya tinggal di sini, tolong layani dia dengan baik ya,” pinta Bima dengan sopan, “Saat ini dia benar-benar dalam kondisi yang terpuruk, dia perlu waktu untuk menenangkan diri.” ucap Bima menjelaskan. “Baik, Den. Kasihan si Enengnya ya,” jawab mbok Yati dengan wajah terlihat berempati. Sebagai seseorang yang

