Pamit

1559 Words

Sony yang tidak ingin sahabatnya kenapa-kenapa di jalan karena pikirannya yang sedang kalut, ia pun mengikuti sahabatnya sekaligus bossnya itu. “Tenang Ar, Alka nggak mungkin berpikiran yang aneh-aneh tentang kamu,” ucap Sony berusaha menghibur agar Arsa sedikit lebih tenang. Arsa yang terlihat sedang mengeraskan rahangnya hanya diam tidak menjawab sepatah kata pun perkataan dari sahabatnya yang sedang mengikuti dirinya yang berlari menuju mobil. Melihat CEO dan asistennya sedang berlari seperti sedang memburu sesuatu mengundang perhatian dan membuat para karyawan bertanya-tanya. “Ada apa dengan Pak Arsa dan Pak Sony? Tidak biasanya mereka pergi dengan terburu-buru seperti itu,” ucap salah seorang karyawan dengan keheranan pada rekannya yang ada di sampingnya dan hanya dijawab dengan ge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD