Part. 47

1291 Words

"Suf lebih baik lo pulang aja," ucap Auris tanpa rasa segan sedikit pun. "Kok ngusir sih," Yusuf yang sekarang duduk di atas kasur bersama Auris jadi merasa tidak enak. Apa lagi kesalahan yang ia perbuat! "Bukan ngusir, tapi bentar lagi malam dan papa pasti masuk ke dalam kamar, buat ngantar makanan, kalau papa liat lo ada di kamar pasti papa bakalan marah," Auris mencoba menjelaskan pada Yusuf agar tidak salah paham. Auris tidak yakin papanya akan marah, atau malah senang dengan kehadiran Yusuf. Tapi lebih baik Auris mencari cara aman, dari pada Yusuf dipukuli orang suruhan Mawan. "Nggak mau. Kan nanti lo bisa ke luar buat makan," Yusuf mendekat ke arah Auris, memeluk Auris dari belakang dengan erat. Rasa kangen pada bumil ini belum juga sinar, jadi sangat engan jika harus pergi. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD