diego - sembilanbelas

1311 Words

Keesokan harinya di rumah duka... Louisa masih duduk di samping peti Bunda, padahal banyak tamu yang berdatangan untuk berbela sungkawa. Tidak ada satupun tamu yang Louisa tanggapi. Ia masih melihat wajah Bunda yang terpejam dengan damai di sampingnya. Bahkan geng rusuhnya saja tidak ia pedulikan, termasuk Delbert. Semalaman juga Louisa tidak tidur. Masih memandang wajah Bundanya. Bagi Louisa, Bunda adalah wanita penyelamat yang menyelamatkannya dari kesepian dan kesendirian. Wanita yang bisa membuat Louisa bangkit dari 'dunia runtuhnya yang kedua kali'. Sekarang siapa yang bisa membantunya bangkit? Louisa rasanya ingin menyusul Bunda. Bertemu dengan kedua orang tuanya, dan dengan Bunda tentunya. Sudah beribu-ribu kali Louisa mengusap air mata yang tidak pernah berhenti menetes, bahk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD