Renata merasa sebal dengan Zian. pasalnya sejak pagi Zian menghindarinya, bahkan ketika di kelas Zian tidak menanggapinya. Zian terus saja mengabaikannya dan tidak mau menatap wajah Renata. Yah meskipun sejak dulu Zian memang mengabaikannya, tapi kali ini berbeda. Gimana ya… kesannya itu Zian kayak yang salting. Tapi Renata bingung, Zian salting sama siapa? Perasaaan dirinya tidak melakukan apapun pada Zian, toh kalau soal kejadian malam Zian sudah biasa melihat dirinya bertelanjang. Hujan turun begitu deras, motor mendadak mogok dan sekolah sudah mulai sepi. Mau pakai angkot Renata enggak bawa payung, mau pesen taxi online HPnya lowbet. Alhasil Renata memilih menunggu hujan reda di kantin sambil menikmati batagor mang acoy yang aduhai enaknya. “Hei,”

