Bab 21. Anak Haram sang Ayah

1171 Words

Lagi dan lagi, Kevin kembali larut dalam lamunan. Dilema dan tidak konsisten dengan apa yang ia ucapkan sebelumnya. Padahal, dengan menggebu-gebu ia mengatakan akan menyerahkan posisinya kepada orang lain. Namun, dendam membara yang ditunjukkan oleh Rizal membuatnya ragu. Apa pria itu mampu menjaga harta, menjalankan perusahaan yang dibangun dari nol oleh ayahnya sendiri? Batin Kevin, benar-benar dihadapkan pada pilihan sulit. "Kenapa kamu diam aja, Kevin? Kamu ragu kalau saya mampu menjalankan bisnis Da-ddy kita?" tanya Rizal dengan canggung. Panggilan Daddy masih terasa asing dilidahnya, padahal seperti itulah seharusnya ia memanggil sosok Hendra Sanjaya. Ya, meskipun pria paruh baya itu tidak pernah sedetik pun menganggapnya anak, bahkan memandangnya sebagai aib, beban dan kotoran yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD