Yang sempat orang lain bilang akan baik-baik saja, nyatanya kadang lawan katanya. Hidup ini memang antonim, namun mau bilang apa, kalau sudah seperti itu pada akhirnya jika tidak kita menerimanya dengan hati yang lapang dan juga rasa rela mengiklaskan. Pagi ini, aku Bersama Yek Ali akan datang ke universitas, untuk menyelesaikan perlengkapan pemberkasan apapun yang terkait dengan beasiswaku di sini. Jam delapan setempat, aku pun turun dari flat, dan ternyata bertemu dengan Ilham yang sedang seperti akan membuang sampah. “Assalamu’alaikum perempuan Indonesia,” ujarnya dengan Bahasa Arab Fusha. “Waalaikumsalam, lagi apa?” tanyaku. “Ohh, ini sedang akan membuang beberapa sampah,” “Kau selalu hidup bersih dan sehat,” kataku dengan terkekeh, membuat Ilham menenteng sampahnya dan iku

