part 5

911 Words
6 bulan sudah niken bersekolah jauh dari rumah nya, dan saat ini liburan tengah semester melihat hasil tengah semester membuat niken tersenyum puas peringkat 1 ini akan jadi hadiah bagi sang mama dan tante nya, ayu yang sudah di jemput oleh orang tua untuk pulang kampung karena liburan ini hanya 2minggu jadi lumayan buat bertemu keluarga, niken pun bersiap untuk pulang dan memberi kejutan kepada mama dan tante nya tapi saat berjalan ke depan gebang “niken bisa tolong ibu antar dokumen ke Wijaya grup” tanya ibu cindy melihat niken yang sudah di depan gerbang sekolah, “bisa bu saya naik mobil sekolah atau naik taxi online bu” tanya niken sambil mendekat dan mengambil dokumen dari ibu cindy “di antar pak ujang ya sekalian pak ujang mau antar mobil juga nanti kamu pulang ikut pak ujang naik motor nya ke asrama nya ya”, “baik bu” sambil berjalan mencari pak ujang, wah gagal kasih kejutan ini mah besok aja dah pulang nya kata niken sambil bicara sendiri. “Niken” teriak pak ujang melambaikan tangan nya dan niken pun berjalan ke pak ujang, “ayo ini sudah jam 7.30 biar nanti kita engga kesiangan pulang nya bapak mau pulang kampung juga istri bapak mau melahirkan” kata pak ujang masuk mobil “iya pak selamat yaaa pak, rencana juga saya mau pulang tapi kalau siang saya males pak panas nanti kecantikan saya luntur” niken tersenyum “ah kamu biasa aja tapi niken kamu ini belasteran ya muka mu cantik dan manis loh banyak yang tanya ke bapak” pak ujang tersenyum sambil, wajah niken yang seperti blasteran memang membuat Sebagian siswa di sekolah mendekati niken tapi niken tidak tertarik untuk perpacaran karena niken harus lulus dengan peringkat yang bagus, “papa niken itu artis korea pak terus mama niken juga artis korea makanya niken cantik” jawab niken sambil tersenyum dan pak ujang hanya tersenyum. Niken sebenar nya tidak tahu siapa ayah kandung nya karena ia hanya kenal mama dan tante nya saja sejak kecil. “Niken sudah sampai ini kamu langsung ke lantai 7 ya ruang adm kasih ke ibu wati nanti bapak tunggu di depan ya, bapak mau parkir mobil dulu” niken keluar mobil setelah mengiyakan perkataan pak ujang dan mata niken tak berkedip melihat  Gedung Wijaya grup ini tinggi sekali dan karyawan nya banyak, niken masuk ke loby kantor dan berbicara ke resepsionist nya untuk bertemu ibu wati setelah di arahkan dan di beri kartu akses niken pun masuk ke dalam lift. Di dalam lift niken hanya seorang diri dan saat itu lift berhenti di lantai 2 dan masuk lah seorang laki laki di dalam lift sambil melihat ipad nya tanpa sadar kalau ada niken di belakang nya dan dengan samar samar niken mendengar ucapan laki tersebut “saya tidak mau tau ya untuk proyek apartement ini kita sudah dapat tapi kenapa tiba tiba nilai saham kita turun apa ada analisi yang salah laporan keuangan  di cek ulang”   dan langsung mematikan benda pipih itu, “maaf pak” laki laki itu pun kaget karena lift tersebut khusus untuk petinggi Wijaya grup, “lah kok kamu di sini ada perlu apa” tanya laki laki itu sambil menatap niken sambil tersenyum “saya niken dari sekolah mentari pak mau ketemu ibu wati di lantai 7” kata niken sambil menunjukan dokumen yang ia bawa “baik nanti turun di lantai 15 ya karena lift ini hanya berhenti di lantai 1, 2 dan 15” jawab laki laki itu. “Pak maaf lagi saya ikut campur tadi samar samar saya lihat analisis bapak ada yang salah harus nya bagian konsep taman dan konsep bermain itu di satukan dan juga konsep keuangan nya mungkin salah di factor bahan serta interior karena itu lah biaya terbesar yang keluar  saat pembangunan dan juga harus ada nilai plus nya selain fasilitas bermain anak” kata niken berhati hati sehingga membuat laki laki tersebut terdiam dan takjub melihat anak seumur niken mengerti tentang keuangan perusahaan. “Niken bisa bantu bapak bagaimana solusi nya karena bapak sudah harus bertemu investor”, laki laki itu sengaja memancing apakah bisa seorang niken anak smp bisa menyelesaikan pembukuan setingkat pendirian apartement, “baik pak niken bisa tapi boleh niken pinjam data nya sebentar” dan laki laki itu mengajak niken ke ruangan nya dan memberikan data tentang proyek apartement niken membaca dan mengutak katik angka di pembukuan dan persentasi di ipad laki laki itu, “pagi pak niko meeting segera di mulai para pemegang saham dan investor baru sudah datang” kata ririn sekertaris laki laki yang sedang berada di ruangan tersebut. “Finish maaf pak saya tidak mengenal bapak niko, ini analisis dan laporan nya sudah saya rubah”, niko membaca dan mempelajari nya wow hasilnya menajubkan niko sampai tersenyum, “niken kamu berbakat sekali” kata niko sambil mengelus kepala niken, “saya saat di panti mengurus ini pak mama saya yang mengajarkan nya jadi untuk base pembukuan ini sudah lama saya kuasai” kata niken sambil tersenyum, “baik pak saya permisi dan semangat ya pak semoga sukses” niken tersenyum dan di balas lambaian tangan oleh niko. Niko bergegas menuju ruang pertemuan dan mempersentasikan apa yang telah niken buat dan hasil nya boooom para pemegang saham dan investor baru semua setuju untuk ikut serta dalam pengembangan apartement baru nya. Niko bergegas menghubungi wati untuk mencegah niken pergi tapi sayang niken sudah meninggalkan ruangan wati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD