Senja berwarna jingga telah menggelegarkan sebagian dunia. Kenandra menatap langit berwarna jingga dan biru yang tampak indah dari balik jendela rumah sakit tersebut. Ia tampak menatap ke satu arah, tetapi pikirannya masih tertuju pada Clara, kekasihnya. Ia pun sekali lagi menghela napas panjang, teringat akan janjinya untuk memperlihatkan senja setiap hari untuk Clara. Ia pun akhirnya berbalik dan menuju ke ruang perawatan Clara untuk menengok kekasihnya itu. "Hei," sapa Kenandra. "Ken ... kamu darimana?" ucap Clara dengan suara paraunya. "Enggak ada, aku ada di luar. Kamu sudah baik-baik saja?" Clara menganggukan kepalanya. Wajah pucatnya sangat kentara kali ini, Kenandra pun tampak tidak bergeming dan menahan semua rasa sesak di dadanya melihat kondisi Clara. Senyum yang dilontarkan

