"Jadi gimana, lo belum deketin Meylira sama sekali, Sen?" Arsen yang tengah meminum minumannya menggeleng sempurna. "Belum lah. Susah mau hubungi dia tuh. Waktu itu gue sempet hubungi dia, tapi lo tau ... dia cuek banget." "Astaga, ayolahh, Sen. Masa sih lo nggak bisa dapetin dia? Kalo lo nggak bisa dapetin dia, sampai kapan pun dia tetep sama si Evan! Huuhh!" "Tetep sama si Evan? Maksudnya?" Franda mendecak kesal saat mengingat semua memori yang terjadi antara Meylira dan Evanders. Rasa sesak itu nyata, seolah dikhianati oleh sang kekasih padahal jelas dirinya merebut Evanders dengan cara licik. "Lo gak tau ya, Evan sama Mey itu masih pacaran. Masih pacaran!" tegas Franda. "Tunggu! Bukannya waktu itu di rumah sakit?" Franda hanya mengedikan bahunya dan lantas mulai sedikit kesal

