Author POV Dua bulan telah berlalu. Saat Eshan dalam masa penyembuhan, Aqila dengan tulus dan penuh kesabaran merawaat Eshan hingga akhirnya Eshan pun telah sembuh. Pagi ini Aqila sedang menyiapkan makanan untuk sarapan. Aqila terkejut saat tiba-tiba sepasang tangan melingakar diperutnya dari belakang. “Mas Eshan!!!” “Selamat pagi.” “Pagi juga mas. Kenapa mas Eshan sudah kesini? Sarapannya belum siap.” “Aku pengen bantuin kamu, boleh nggak?” “Ya jangan dong. Mas Eshan kan udah rapi dan wangi begini, masa mau bantuin masak.” “Nggak usah mas. Udah mas Eshan duduk disana aja. Ini bentar lagi selesai kok.” Ucap Aqila sambil menunjuk ke arah meja makan. “Baiklah.” Eshan melangkahkan kakinya menuju ke meja makan dan meletakkan pantatnya di kursi. Eshan duduk menghadap ke arah Aqiila. K
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


