59. Teror

1211 Words

Author POV Saat Eshan sudah pergi, tak begitu lama ada seseorang datang dengan pakaian yang serba hitam dan memakai masker sehingga menutupi wajahnya. Orang itu hampir sama dengan orang yang membuntuti Aqila waktu itu. “Permisi mbak, ini benar rumahnya mbak Aqila?” Tanya orang itu tanpa membuka masker dan helmnya. “Iya benar mas.” “Ini ada paket untuk anda.” “Paket? Dari siapa?” Aqila bingung karena ia merasa tak pernah membeli barang apapun secara online. “Disini tertulis ‘Penggemar Rahasiamu’ mbak.” “Penggemar rahasia? Aneh-aneh saja.” “Iya mbak. Ini mohon diterima paketnya.” “Iya mas. Terima kasih.” “Saya permisi dulu.” “Iya mas.” Pengantar paket itu pun pergi, dan Aqila segera masuk. Ia segera membuka paket tersebut karena penasaran dengan isinya. Aqila telah membuka bungku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD