67. Kebenaran

1909 Words

Author POV Eshan masih berada di café. Ia merenungi semua perkataan Rangga padanya. Eshan membenarkan semua perkataan Rangga. Bahwa ia adalah laki-laki bodoh, pengecut, dan b******k. Selama ini yang dia lakukan memang mencari aman untuk dirinya sendiri. Dia juga tak bisa tegas dan mengambil keputusan dengan berani. Namun kini semua penyesalan sudah tidak berarti lagi. semua sudah terlamabat. Kehidupan sudah hancur. Bahkan hidup pun sudah seperti tak ada artinya lagi. Selama ini ia hanya bisa menyakiti dan mengecwakan orang-orang yang dia sayang. Tiba-tiba datang seseorang yang berjalan menghampiri meja Eshan, dan menggebrak meja dengan sangat kencang. Sehingga membuat Eshan dan semua yang ada disitu terkejut. “Luar biasa kamu ya?” Gertak orang itu. “Laura???” Eshan benar-benar kaget

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD