Nia tersenyum hangat melihat Windi yang tengah berada dalam pelukan ibunya saling melepaskan rindu. Keduanya bahkan sama-sama menangis, tampaknya merasakan kepedihan karena terlalu lama menahan rindu. Bagaimana tidak, mungkin Nia cukup sering dulu mengunjungi ibunya saat di rumah sakit karena Nia memang selalu memantau, tapi Windi begitu jarang datang. Bukannya ia tidak ingin datang, Nia memang sengaja tidak membiarkannya datang karena saat itu kondisi ibunya kasih sangat tidak stabil. Jadi menurut Nia tidak begitu baik jika Windi melihat keadaan ibunya yang seperti itu. "Windi udah besar banget sekarang," kata Anita di sela-sela tangisnya membelai wajah Windi lembut penuh kasih sayang. "Ya besarlah Buk, makannya banyak," kata Nia dengan nada candaannya merusak suasana haru biru ini. Nia

