Salju Di Balkon

1834 Words

Nia memandangi salju yang turun dari jendela kamar hotelnya. Tidak begitu banyak yang bisa ia lihat sebab hari sudah malam. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana dingin yang akan menusuk tulang jika berlama-lama di luar. Tadi saja selama perjalanan dari bandara menuju hotel ia mati-matian merasa dingin. Nia merasa tubuhnya jauh lebih cocok di iklim tropis yang sudah ia jalani sejak lahir. Sejujurnya Nia ingin keluar untuk sekedar membuktikan kata-kata orang kalau sebenarnya bentuk salju memang seindah emoticon salju pada papan ketik ponsel. Bukankah Tuhan sangat detail dalam menciptkan sesuatu bahkan sebuah salju sekalipun? Beberapa saat yang lalu Nia, Evan dan Aliya tiba di Sapporo, Hokkaido. Awalnya Nia terkejut karena ia pikir karena mereka akan ke Jepang, tentu saja tujuannya Tokyo. Na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD