Serasi Namun Berpisah

1620 Words

Evan menggelengkan kepalanya melihat putri semata wayangnya yang terlihat begitu berkeras hati dan keras kepala. Tangannya ia lipat di depan dadaa sementara wajahnya ia tekuk tidak suka. Tampaknya kali ini ia benar-benar luar biasanya. Wajahnya tidak sebersahabat biasanya dengan ayahnya. "Jawab daddy dong, Aliya kenapa iseng banget sama mbak Nia?" Tanya Evan lagi untuk kesekian kalinya. Sebenarnya ia ingin berbicara dengan Aliya kemarin malam. Ia berniat untuk tidak membiarkan putrinya itu merajuk hingga seharian. Namun saat ia pulang dari pesta kemarin, Aliya sudah tidak. Oleh karena itulah Evan baru bisa berbicara dengan putrinya pagi ini. Sejujurnya Evan paling jarang menegur putrinya. Seperti yang pernah ia katakan sebelumnya, Evan lebih memilih orang lainlah yang menegur putrinya da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD