“Maaf pak, apa bapak memanggil saya?” ucap Jesyka ketika memasuki ruangan Rafa. “Ya, duduk!” “Ada apa, Pak?” tanya Jesyka ramah. “saya ingin membahas rencana kita tempo hari mengenai pengalihan kepemilikan perusahaan atas nama istri saya.” “Ya, lalu kenapa pak?” “Hubungi pak Andika sekarang juga. Saya ingin, tolong dipercepat semua prosesnya. Kalau bisa rampungkan dalam beberapa hari ini.” “Kenapa tiba-tiba terburu-buru seperti ini, Pak?” Jesyka tampak heran dengan keputusan bosnya itu. “Saya hanya ingin semua cepat clear, agar kita bisa fokus pada urusan yang lain lagi.” “Bailklah, Pak.” “Oiya satu lagi Jesyka. Mohon siapkan segera dokumennya hari ini dan segera ajukan kepada pak Andika. Semua aset perusahaan dan aset pribadi saya, termasuk rumah, tanah mobil dan kendaraan lain

