"Dhara." Suara Mas Aarav tiba-tiba terdengar. Aku semakin memejamkan mataku berpura-pura untuk tertidur, "dipanggil sama suaminya kok begitu?"
Pertanyaannya yang langsung membuat aku membuka mata lalu mendengus kesal. "Aku mau istirahat dulu, Mas. Sabar," jawabku cepat.
Tanpa menjawab Mas Aarav langsung menarik tubuhku bersandar di dadanya. Tangannya menarik selimut untuk menutupi tubuh kami. "Deketan begini biar harum saya menempel juga di kamu." Aku terdiam sebentar lantas terkekeh pelan, teringat percakapan kami tadi siang.
"Mas," netra matanya menatap ke arahku, "ceritain selama kita enggak ketemu, apa yang Mas Aarav udah lakuin."
"Saya berjuang untuk membuktikan kepada Mami kamu kamu perempuan baik-baik. Saya-"
"Bukan yang itu. Maksudnya Mas Aarav tuh udah ngapain aja. Misalnya ngambil alih perusahaan atau tetap jadi dosen atau apa gitu. Aku mau tahu."
Tangan Mas Aarav bergerak mengelus puncak kepalaku dan sesekali mengecupnya. "Saya lebih fokus mengurusi perusahaan, tapi saya juga tetap jadi dosen." Aku mengangguk pelan. Aku tahu dia mencintai karirnya sebagai dosen dan juga dia harus menjalani bisnis keluarganya. Oleh karena itu, dia memilih menjalankan keduanya.
"Sibuk banget dong ya, Mas?"
"Kalau untuk kamu, sesibuk apapun pasti saya luangkan waktu."
Aku tersenyum lalu mengecup pipinya dengan lembut, tetapi yang aku dapatkan malah tatapan datar darinya. "Begitu doang?" tanyanya.
Aku menatapnya dengan kedua alis yang saling menukik. "Udah ah. Nanti keterusan." Dia terkekeh pelan lantas kembali mengecup rambutku dengan sayang.
"Dhara," ada jeda sebentar, "kenapa kamu mau kembali dengan saya setelah saya membuatmu kecewa dan membuatmu menunggu lama?" tanyanya tiba-tiba.
Aku terdiam, mengambil air di sebelahku lalu meneguknya. Setelah itu, aku meletakan kembali gelas ke tempat awalnya.
Kenapa ya aku menerima pria ini lagi?
Aku juga enggak tahu alasannya.
Yang jelas, saat dia tiba-tiba datang ke rumahmu dengan membawa undangan atas nama kami, aku merasa penantian panjangku telah usai. Dia yang aku tunggu sudah kembali di sisiku karena itu aku tanpa pikir panjang aku langsung menerima lamarannya.
Aku yakin aja gitu, dia jodohku.
"Aku enggak tahu, Mas," aku kembali menyandarkan tubuhku pada d**a bidangnya, "aku juga bingung kenapa ya selama tujuh tahun ini, aku enggak pernah jatuh cinta sama pria lain. Aku enggak menjalin hubungan asmara dengan pria mana pun yang ada dipikiranku cuma Mas Aarav."
Senyum simpul terbit di bibirnya. "Meskipun Mas Aarav udah nyakitin aku. Udah buat aku kecewa. Udah buat aku nangis-nangis, tapi bodohnya aku masih cinta dan rela bertahan dalam penantian yang tidak pasti."
Senyum simpul itu berubah menjadi senyuman getir. Matanya menatapku dengan tatapan merasa bersalah. "Saya enggak pernah berniat menyakiti kamu, Dhara. Hanya saja keadaan waktu itu benar-benar kejepit. Saya dihadapkan oleh pilihan yang sulit."
Aku hanya terdiam. Menunggunya kembali berbicara.
"Maaf ya, Sayang. Kalau waktu itu kamu merasa tersakiti oleh pilihan yang saya ambil. Maaf juga buat kamu kecewa dan menunggu lama," dia menarikku agar menempel dengan tubuhnya, "mulai saat ini dan seterusnya saya akan terus memberikan yang terbaik untuk kamu karena hanya kamu prioritas dalam hidup saya."
Aku tersenyum lalu mendekapnya lebih erat.
Segala luka yang telah kami lalui seakan terobati semua.
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Ebook Lengkap (59 part)
2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa
Sudut Pandang Aarav (10 part)
Sudut Pandang Dhara (3 part)
Sudut Pandang Fajar (1 Part)
Sudut Pandang Penulis (3 Part)
Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".