Semilir Angin berhembus menemani seorang pria yang tengah meratapi nasibnya , bahkan dingin nya malam tak membuat sang pria beranjak ,dia masih terpaku melihat keindahan langit malam sambil menikmati sepuntung rokok dan kopi hitam untuk menemani nya menikmati malam .
Memikirkan hidup nya yang kini di tinggalkan istri tersayang. walaupun pernikahan nya dengan wulan bukan dasar cinta tapi karna perjodohan , namun wulan adalah wanita yang baik ,istri yang salehah apalagi dia meninggalkan seorang putri yang cantik. tak dapat Arkhan pungkiri bahwa iya sangat merasa kehilangan begitu di tinggalkan wulan , banyak hal yang membuat Arkhan begitu meratapi kepergian wulan , dia belum bisa memberikan kebahagian untuk sang istri , bahkan Arkhan masih belum bisa memberikan cinta kepada wulan sampai Akhir hayatnya .iya merasa menjadi suami yang buruk karna sampai kini entah mengapa hati nya masih tertinggal pada sosok gadis mungil nan cantik di masa lalu nya.
flash back on .
" Abi lihat naira dapat ranking pertama lagi loh ." teriakan seorang gadis mungil mengalihkan perhatian Arkhan .Arkhan terpaku melihat senyum seorang gadis belia yang berlari ke arah nya sambil memegang buku raport dan sebuah piala .entah mengapa hati nya begitu bergetar melihat senyum nya padahal gadis itu masihlah belia.
" Astagfirulloh naira jangan teriak sambil lari -lari gitu dong nak , lihat abi sedang ada tamu ." ucapan abi rey menyadarkan ku dengan apa yang sedang aku tatap .
"Astagfirulloh ya alloh ampuni hamba " aku tersadar bahwa aku tidak boleh menatap nya karna dia bukan mahram ku .
" maaf abi ara ga tau kalo abi sedang ada tamu ." kulihat dia tersenyum malu , tapi dia tetap melangkah mendekat , lalu di rengkuh sang abi dalam pelukan nya ,
"makanya lain kali kalo masuk rumah di biasakan ucap salam nak jangan teriak - teriak ." ucap sang abi kemudian melepaskan pelukan nya dan mencium pucuk kepala sang gadis belia.
" oh ya ustad , ini naira anak saya satu-satu nya ,mohon maaf karna sudah mendengar teriakan anak saya . " ucap abi sidik tersenyum pada abi dan aku , ya kini aku sedang bertamu ke rumah teman lama abi .
"oh ini naira yang dulu suka kamu ajak ke tempat ku rey , wah sekarang udah gede ya cantik lagi . " ucap abi adam
"iya om perkenalkan saya naira " ucap nya tersenyum malu .
" jangan panggil om panggil abi aja Ra , Nah ini Arkhan anak abi . "
" hai bang Arkhan salam kenal ya . " ucap nya tersenyum pada ku.
Deg ....
Mendengarnya menyebut namaku entah mengapa hati ku merasa senang serasa ada ribuan kupu - kupu yang menari di perutku .
" hai Ara , salam kenal . " ku balas tersenyum padanya .
"kok abang tau aku suka di panggil ara ?" dia malah menatap ku bingung.
"iya soal nya kamu tadi kan pas teriak manggil diri kamu ara ,bolehkan abang panggil ara ? "
" boleh dong soalnya aku lebih suka dipanggil ara. " dia lagi- lagi tersenyum padaku.
flash back of.
Senyum itu ,senyum yang slalu membuat hatiku bergetar , senyum yang sudah lama tak kulihat tapi tadi saat melihat senyum dira wanita asing yang di bawa umi entah mengapa mengingatkan ku pada senyum ara . senyum itu kini membuat hatiku gusar , mengapa hati ku kini juga bergetar melihat senyum wanita asing itu .
"Astagfirulloh ya Alloh ampuni hamba mu ini karna berani menatap yang tak seharusnya aku tatap ." Aku mengusap wajahku . sampai ketika tepukan di bahuku membuat aku tersentak.
"Astagfirulloh. . ." ucap ku , sambil menoleh,
"Kamu kenapa Ar malah ngelamun malam-malam gini ?" ucap abi adam
"Aish ... abi ngagetin arkhan aja , ga kenapa - kenapa kok bi Arkhan cuma lagi mikirin kerjaan aja . " ucap ku berbohong .
"ampuni ku ya alloh karna telah berbohong. " ucapku dalam hati .
" jangan terlalu mikirin kerjaan bang kalo lagi di rumah . "
"iya bi . oh ya ada apa abi nyamperin abang ?"
" Ada yang mau abi omongin sama kamu bang ?" jawab abi
" Apa bi ? "
" soal dira , kamu setuju kan kalo dira yang bantuin ngasuh Aisyah ? sama sekalian sih mau abi suruh bantu-bantu di pesantren . "
" kalo Arkhan sih setuju - setuju aja sih bi , apalagi Aisyah kayanya nyaman banget sama dira , sampe panggil mommy . cuma itu panggilan ai ke dira yang bikin abang keberatan bi ."
" Abi ngerti perasaan kamu Ar , cuma kan Aisyah masih kecil ga bisa kalo dilarang kasihan Ai , dia sepertinya merindukan sosok ibu nya . dan dia mungkin menemukan sosok itu di dira. jadi kamu maklumi aja ar "
" tapi bi dira kan bukan mommy nya aisyah ?" protes Arkan .
" mau gimana lagi bang kamu jangan egois , biarkan saja selama itu membuat ai bahagia ."
"baik bi . " pasrah arkhan .
" oh ya soal tempat tinggal dira , abi bingung di rumah ini kan banyak laki-laki dan dira bukan keluarga kita otomatis dia bukan mahram kita ,dan tidak baik kalo dira tinggal di rumah satu atap dengan kita , tapi kalo abi suruh tinggal di asrama putri aisyah pasti ga mau jauh dari nya , gimana menurut kamu Ar ? "
" kalo menurut abang ,gimana kalo dira tinggal di rumah abang aja sama ai kalo malem , sementara abang pindah lagi ke rumah ini ,lagipula kan rumah nya bersebelahan bi jadi g khawatir kalo ada apa - apa."
" nah tadi sih abi juga kepikiran gitu , syukur lah kalo sekarang abang sendiri yang punya pemikiran ke situ . abi takutnya abang ga setuju, ya sudah ini udah malem kamu tidur ar g baik lama - lama diam di luar . abi juga mau masuk mau tidur. " ucap abi adam berlalu
" baik bi ."
Setelah abi adam berlalu pikiran arkhan kembali berkelana teringat senyum dira yang mengingatkan nya pada ara nya gadis manisnya .
Argh.....
Arkhan mengacak rambutnya .
" udah lah pusing ,ngapain sih mikirin itu dia pasti bukan ara , ga mungkin juga ara . ara anak orang berada jadi ga mungkin bisa ada di sini. lagi pula kan terakhir ku dengar ara ada di luar negri , sedangkan dira dari kampung . dan dira juga ga mungil kaya ara . " arkhan pun menyudahi lamunan nya dan berlalu untuk mengistirahatkan badan nya setelah melewati hari yang melelahkan.